Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

Gembira Panen Raya, Kami Memanen Rumput

Memang agak aneh, biasanya orang memanen cabe, padi, sayuran, tapi kami bergembira memanen rumput. Halaman rumah sengaja dibiarkan berpenampilan sangar selama beberapa pekan dan akhirnya ketika tiba saat liburan sekolah kami bertiga memanen rumput. Kebiasaan ini sudahh aku lakukan sejak masih tinggal di Purwokerto. Halaman rumah kami yang sempit sengaja kami biarkan rumput dan beberapa tumbuhan merambat berkembang dengan lebatnya, demikian juga dihalaman samping kanan. Uniknya selalu saja rumput jenis yang sama tumbuh pada tempat yang sama walaupun berkali-kali di biarkan tumbuh dan dibabat habis maka hanya jenis tertentulah yang mendominasi. Kawan-kawan yang ahli dibidang ini mungkin punya jawabannya.

 Tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia, itu barangkali dasar pemikirannya. Rumput sering dilihat pengganggu estetika, padahal halaman jadi hijau terlihatnya tapi kalau hijau karena rumput, terlihat tidak menarik. Padahal kalau kita lihat,kemampuan rumput itu luar biasa, betapapun tanah yang tandus, rumput masih bisa bertahan hidup. Aku jadi ingat bencana kabut asap yang menimpa hampir diseluruh pulau Kalimantan, sekejap saja kebakaran lahan berhenti maka tidak lama sejak itu rumput-rumput mulai tumbuh menghijau. Rumput berjasa mengikat CO2, menyerap sari makanan bahkan mengubah senyawa organik menjadi anorganik. Hal ini begitu terasa bila kita hidup di daerah yang kesuburan tanahnya tingkat rendah seperti sebagian Kalimantan.

 Di Palangka Raya kondisi tanahnya berpasir, sebagian malah rawa (gambut) yang ditimbun dengan pasir granit. Akan butuh waktu yang lama sekali bila kita ingin bertani diatas lahan gambut atau pasir perlu treatmen yang khusus. Kami sekeluarga punya kenalan dekat seorang Transmigran dari Jawa (kebumen) yang sekarang tinggal di Kelampangan - 30 Km dari Palangka Raya arah ke Kapuas. Beliau transmigrasi ke Kalimantan pada tahun 1963, bertahun-tahun mengolah tanah dengan cara dicampur kapur, hingga dengan pergiliran tanaman. Tetap saja di dekade pertama hidup di Kalimantan, mereka tidak dapat bertanam padi, hanya ketela, jagung dan ketela. Perjuangan itu terus berlanjut hingga sekarang kelampangan sudah menjadi lahan yang subur untuk bertani berbagai komoditas sayur-sayuran. Maka ketika hidup dimanapun, baik ditanah subur atau tanah gersang, perlu kiranya kita sebagai penguasa dunia wakil Tuhan, menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. Tidak elok kiranya bila rumput yang sudah susah payah mengubah berbagai zat anorganik menjadi organik kita pangkas dan kita bakar begitu saja. Akan sia-sia, sungguh akan sia-sia. Zat organik yang terikat pada seluruh badan sel tumbuhan rumput akan lepas lagi menjadi zat anorganik di udara.

 Maka sekali lagi aktifitas ini kami namai memanen rumput daripada sekedar bersih-bersih halaman. Rumput yang berhasil kami panen, kemudian kami cacah, kemudian disiram dengan lumpur dari parit sebelah rumah. Kami siapkan lubang secukupnya, kemudian potongan rumput itu kami masukkan pada lubang , kami timbun satu dan dua lapis tanah kemudian kami masukkan lagi rumputnya demikian berselang-seling dan kami siram lagi dengan air lumpur dan kami tutup dengan tanah. Sebulan dua bulan kedepan kami setelah panen rumput kami akan panen kompos.

Rabu, 27 Agustus 2014

Safe Fuel Riding Style

Sehari-hari aku mengendara motor setidaknya 2-3 jam. Kurang lebih dengan jarak 160 km per harinya. Berkendara  dengan motor NewSupra Fit 2006 100cc. Motor ini termasuk yang mudah perawatannya dibanding motorku yang lain. Tercatat tidak pernah rewel, perawatannya pun tidak terlalu merepotkan. (He..he... jadi iklan motor nih,  AHM jadi yang paling suka)  one heart...


Tidak terasa sudah 8 tahun motor ini ditangan. Masalah kecepatan dan akselerasinya masih tetap seperti yang dulu. Untuk urusan motor 4 tak yang penting kita kasih dia makan oli mesin yang bagus, pasti mesinnya bakal bandel. Minimal kelas oli api SJ, jangan dibawahnya. Tapi namanya supra bermesin 100 cc pastilah akselerasi dan top speednya masih terbatas, sebab SupraFit adalah motor keluaran AHM yang terakhir memakai mesin generasi Astrea Prima dan Star didunia persilatan eh.. perbengkelan sering dikenal dengan  mesin c-series. Berikut deretan motor Honda bermesin C-series Astrea Star, Astrea Prima, Astrea Grand, Astrea Grand Impressa, Supra, Supra XX, Legenda, SupraFit, New SupraFit.

Tapi sekencang-kencangnya SupraFit, tetap juga kalah akselerasi dengan motor yang lebih muda macam Jupiter, axello, smash dll. Tapi sejauh ini kalau di perjalanan jauh motorku ini masih bisa diandalkan untuk melawan motor sekelas, malah kadang-kadang bisa diadu dengan supra 125 atau Jupe MX, tapi aku yakin itu gara-gara mereka mengalah saja sama motor generasi tua ini..he...he...

Pagi pukul 05.30 aku mulai tancap gas dari rumah menempuh jarak 84 km. Karena suka ngantuk dan nggak konsen kalau jalan pelan sering aku pacu motor sampai top speed. Lumayanlah masih bisa menjangkau 105 Km/jam. Dengan kecepatan segitu biasanya sampai kantor cukup butuh waktu antara 50 - 65 menit.  Sepanjang perjalanan begitu lepas perkotaan Palangkaraya langsung puntir selongsong gas sampai penuh. Ketika pulangnya pun demikian. Masalahnya kemudian adalah di konsumsi bensin. Sehari dengan kondisi mengendara demikian, aku harus merogoh koceh sebanyak Rp.35.000,00. Bisa dibayangkan kalau harus ngecer bensin di tepi jalan. Maka beberapa saat terakhir aku mengakalinya dengan menambah cadangan BBM di jerigen....  sampai-sampai teman kantor ada yang meneriaki aku .. pelangsir BBM.. ha..ha..ha...

Lama kelamaan  terasa juga di dompet.... Kalau semua wajah pahlawan sudah pergi dari dompet,,, mulai dari wajah proklamator  alias garuda merah kita kemudian wajah gusti ngurah rai alias garuda biru kabur.... wah alamat nggak bisa ngantor... doku habis nggak bisa beli bensin akhirnya memutar akal supaya anggaran bisa bertahan sampai datang bulan baru. Maka akupun menempuh strateginya VR46 mbah Rossi.

Kawan tentu ingat setelah gagal total dengan Desmosedici-nya Ducati kemudian kembali rujuk dengan Yamaha tidak serta merta Rossi meraih podium. Tahun kemarin pun Rossi harus rela dipencundangi Pedrosa, Lorenzo dan terakhir Marc Marquez.... maka ketika jeda libur tahun kemarin Rossi banyak berlatih balap dirt track untuk merubah gaya balap. Hasilnya bisa kita lihat tahun ini. beberapa rangkaian podium hingga kemarin di posisi tiga saat balapan di  Brno, dibelakang Pedrosa dan Lorenzo. Memang belum pernah podium pertama, tapi itu aku pikir sudah luar biasa, kami berdua kan saling memahami karena umur kami sama wkwkwkwkwk... Aku penikmat MotoGP sejak masih bernama GP500, jaman Kevin Swantz dengan Suzuki Lucky Strikenya...hingga jaman Mc Doohan, Sete Geberneau sampai jaman si baby alien sekarang.

Belajar dari Rossi, untuk berhemat maka akupun kemudian merubah Riding Style. Berbagai cara aku tempuh, dengan merubah berbagai posisi duduk, atau memanfaatkan Slip Stream saat disalip oleh mobil. Semuanya aku catat di tabel Durasi waktu dan konsumsi BBM. Dan hasilnya adalah... aku bisa mencapai konsumsi BBM terendah dengan cost Rp. 21.200,00 per hari saja, dengan lama perjalanan 1 jam 10 menit sampai 1 jam 20 menit,  tanpa modifikasi mesin tanpa merubah apa pun kecuali merubah riding style.  Kawan bisa mencoba tips berikut dengan catatan  perjalanan yang ditempuh adalah perjalanan luar kota dengan kondisi jalan lengang tidak terlalu ramai. Tips ini mungkin tidak maksimal bahkan tidak berlaku untuk jalur padat perkotaan, salah-salah bisa bayar satu gerobak bakso plus mangkok dan gerobaknya. ha...ha..ha..

Berikut Tips Safe Fuel Riding Style untuk perjalanan luar kota:
  1. Pastikan motor dalam kondisi sehat. Karburator bersih dan pengapian berfungsi baik, artinya tidak "mbrebet" Kalau tidak, apapun gaya anda dari gaya dada, gaya kupu-kupu, sampai gaya ikan terbang pun nggak bisa membantu anda untuk berhemat bahan bakar. Demikian pula dengan kondisi alat pengereman dan ban.
  2. Pastikan anda pun dalam kondisi sehat tidak mengkonsumsi obat apalagi mengkonsumsi obat terlarang, seperti obat nyamuk, obat panu, dsb.
  3. Mulai perjalanan dengan doa.
  4. Mulai perjalanan anda dengan membuka gas secukupnya. Selama perjalanan hindari membuka grip gas sampai penuh, buka secukupnya sesuaikan dengan gigi persneling.
  5. Selama perjalanan buka gas dengan langsam mengambang. Istilah saya langsam mengambang ini adalah seperti buka gas saat kita menguntit dibelakang kendaraan yanng akan kita dahului. jadi di buka juga nggak terlalu terbuka, tapi juga nggak ditutup, tidak sampai terasa engine break.
  6. Hindari terlalu sering menutup gas. Sebab engine break dan bukaannya kembali akan menambah konsumsi BBM, kecuali memang dalam kondisi yang tidak bisa dihindari, seperti kendaraan depan akan berhenti dsb. Nah disini sulitnya. Kita harus menyesuaikan gaya berkendara, sekaligus harus lebih waspada agar aman. Aku sendiri sering kelabakan dalam beberapa situasi, misalnya kondisi jalan agak ramai dekat kawasan sekolah misalnya, atau dalam kondisi hendak menyalip kendaraan depan, maka disitu letak kedewasaan teknik berkendara kita. bagaimana bisa menyalip kendaraan depan tanpa banyak menutup gas, dan menyalipnya tanpa banyak menambah bukaan gas.
  7. Manfaatkan Slip Stream. Teknik Slip Stream dalam dunia balap di perkenalkan oleh raja dunia persilatan MotoGP, Valentino Rossi. Memanfaatkan power kendaraan yang didepan untuk meningkatkan power dan kecepatan, istilah gampangnya mencuri angin. Prakteknya kita harus sering melihat spion, kalau ada mobil yang hendak mendahului kita, kita sudah siap dengan segera menguntitnya sesaat setelah dia menyalip. Efeknya kita akan merasa disedot, power motor sontak meningkat.. maka untuk mempraktekkannya harus hati-hati dan melihat situasi di depan kita. Tapi sejauh pengalaman saya jangan memanfaatkan slip stream dari truk, sebab barangkali karena faktor aerodinamikanya desain truk, sering malah terasa dibanting-banting. lagi pula kalau jalan luar kota truk kan gunanya untuk kita salip, kalau kita sering disalip truk artinya jalan kita kurang laju.... kalau begitu, kapan sampai rumahnya bro....?
Demikian sedikit Safe Fuel Riding Style dari saya. Semoga bermanfaat.

(iogy baskara/ mantan manager TripleF motoshop dan bekas penunggu bengkel Zam-zam motor)...



Rabu, 05 Februari 2014

Mari Berbincang 90 menit Saja





Sudah lazimnya seseorang senang dengan hal-hal yang baru. Mobil baru, rumah baru suasana baru bahkan tantangan-tantangan baru. Suasana kebaruan itu menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebelumnya. Rasa dalam menikmatinya tentu lebih berlipat sensasinya dibanding yang biasa. Bagaimana dengan tahun baru?. Tahun yang baru membawa kita pada kesadaran bertambahnya umur kita dan tentu saja berkurang usia yang tersisa. Nah bagaimana sensasi anda dalam menikmati tahun yang baru kali ini. Bila kita mau membuka sedikit kesadaran kita akan usia, maka satu hal yang pasti terjadi dalam hidup ini adalah akhirnya. Bagaimana pun cara kita menghindar maka akhir dari hidup itu pastilah datang, barangkali itu tidak jadi masalah karena sudah jadi salah satu kemestian dalam hidup. Masalahnya adalah kedatangan kematian itu sungguh tidak terduga, tidak ada satu pun orang yang hidup dimuka bumi sekarang ini tahu kapan dan dimana dia akan meninggal. Disinilah titik kesadaran itu mulai dibuka. Kita tunda dulu untuk memperbincangkan kematian. Kaitannya dengan tahun baru tentu kita memiliki banyak harapan kemudahan dan jalan terang dalam kehidupan kita ditahun mendatang. Salah satu harapan terbesar adalah kita mendapat umur yang panjang dan meraih sukses besar dalam kehidupan. Betapa banyak orang yang berusaha tetap awet muda dengan berbagai cara, suntik silikon, operasi plastik - adalah sedikit diantara caranya, menjadi bukti betapa manusia ingin memperlambat datangnya tua dan selalu berharap masih dijauhkan dari kematian. Betapa banyak orang membangun banyak benteng keamanan untuk memastikan jauh dari resiko kematian. Namun mesti kita ingat betapa nikmat usia ini adalah sebagian dari nikmat yang dilupakan manusia. Orang yang berada dipuncak “kesuksesan dan kemakmuran” merasa akan hidup selamanya, menjadi lupa bahkan mendustakan ada kehidupan panjang yang menghampar didepan. Mereka ini adalah tipe orang yang tertipu dan berada dalam musibah yang paling memilukan, karena sesungguhnya sekiranya umur mereka didunia ini 60 tahun, maka perhitungan disisi Allah hanya SATU SETENGAH JAM saja. Satu setengah jam = sembilan puluh menit, apa yang dapat kita lakukan dengan waktu sependek itu?. Sedangkan waktu kita untuk nonton TV atau sekedar ngobrol sambil ngopi-ngopi barang kali lebih panjang durasinya dari sekedar satu setengah jam. Bahkan bagi sebagian saudara kita satu setengah jam itu hanya cukup untuk pulang pergi menuju tempat kerja, sependek itu. Allah berfirman dalam Q.S. Al Hajj: 44 “Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu (tahun) menurut perhitunganmu”. Siapa diantara kita sementara ini yang bisa hidup seribu tahun? Mari kita buka catatan manusia tertua didunia yang pernah tercatat di Guiness Book of Record? Dalam catatan terbaru, manusia tertua saat ini yang diakui Guiness Book of Record adalah Feroz un Din Mir dari Kashmir (141 tahun). Bagaimana dengan umur rata-rata manusia hari ini?. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Umur ummatku antara enam puluh dan tujuh puluh tahun (HR. Tirmidzi, hadits Hasan) dengan demikian bila kita buat persamaan 1000 tahun dunia = 1 hari akhirat ; 1000 tahun dunia = 24 jam akhirat maka 60 tahun dunia = 1.5 jam akhirat. Cukup 90 menit saja yang terasa begitu lama, namun akan jadi sekejap. Sembilan puluh menit yang menentukan. Dengan demikian sebesar apapun harapan kita memiliki umur panjang apalah gunanya bila “umur kronologis” saja yang kita kejar? Seberapapun hitungan tahunnya tidak ada artinya disisi Allah SWT sebagaimana yang disitir Allah dalam Q.S. Al Baqoroh : 96. “dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan”. Berikutnya adalah harapan sukses besar dalam kehidupan. Mari kita lihat sukses macam apa yang memenuhi sensasi kepuasan manusia. Memiliki rumah yang luas, penuh dengan segala macam kolam, kolam ikan, kolam renang, kolam air panas. Kalaupun pada akhirnya bisa terpenuhi maka pasti timbul lagi keinginan membeli rumah yang baru lagi, demikian terus tidak ada habisnya sebagaimana disitir dalam sebuah syair “dunia ibarat air laut, diminum hanya menambah haus”. Mari kita lihat berapa sih harta orang terkaya di dunia saat ini? Orang terkaya didunia versi Majalah Forbes adalah Charles Koch dengan kekayaan Rp.331 triliun, benarkah sudah menjadi orang terkaya sepanjang zaman? Diatas langit pasti ada langit. Kita bandingkan dengan kekayaan Abdurrahman bin Auf konglomerat hebat sahabat Nabi SAW. Berapakah kekayaan yang diwasiatkan saat beliau meninggal? Untuk setiap istri dari keempat istrinya, beliau mewariskan 80.000 dinar (belum termasuk kekayaan unta, dan hewan ternak lain), maka dengan perhitungan sederhana minimal beliau meninggalkan harta 2.560.000 dinar, bila di kurs dengan rupiah maka hasilnya mencengangkan, senilai Rp. 5.273,6 triliun. Pada hal harta itu sudah dikurangi wasiat untuk ahli badar, para istri nabi, dll yang jumlahnya tidak sedikit. Maka bila kita jadikan cermin kesuksesan, apa arti kekayaan orang zaman ini?. Sukses hakiki adalah sukses menurut ukuran yang benar, sebab bila salah membuat patokan maka akan jadi salah semua hasilnya. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Ali Imran: 185 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. Bila seseorang dijauhkan dari neraka kemudian dimasukkan kedalam surga itulah sukses yang sebenarnya oleh dihadapan Allah dan seluruh makhluk. Kembali bicara masalah kematian, sebagaimana ayat diatas setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kematian adalah proses dimana nyawa direnggut dan dicabut dari jasad. Kita rasakan nyawa merata diseluruh badan sehingga semua bisa bergerak dan merespon. Bila satu ujung jari kita terpotong maka saat itulah nyawa ujung jari tercabut dan kita merasakan sakit yang luar biasa sangat. Bagaimana lagi rasanya orang yang dioperasi tanpa anestesi. Rasa sakit yang timbul itu akan terasa dalam kesadaran, sehingga setelah sakit yang amat sangat, maka berikutnya akan hilang rasa setelah hilangnya kesadaran. Maka kita dapat membayangkan bagaimana derita sakitnya saat nyawa direnggut dari badan, sehingga ketika tidak lagi terasa sakit maka alam bawah sadarlah yang akan mengambil kendali diri kita. Nah ketika saat itu datang akankah Allah hadir dalam alam bawah sadar kita?. Untuk memastikan jawaban pertanyaan itu maka mari sembilan puluh menit yang kita punya ini, kita makmurkan dan kita isi dengan mengejar kesuksesan terbesar dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surganya Allah SWT. (ditulis ulang dari Kajian SII-Ust A. Thoha Husein /ANIS)