Rabu, 27 Agustus 2014

Safe Fuel Riding Style

Sehari-hari aku mengendara motor setidaknya 2-3 jam. Kurang lebih dengan jarak 160 km per harinya. Berkendara  dengan motor NewSupra Fit 2006 100cc. Motor ini termasuk yang mudah perawatannya dibanding motorku yang lain. Tercatat tidak pernah rewel, perawatannya pun tidak terlalu merepotkan. (He..he... jadi iklan motor nih,  AHM jadi yang paling suka)  one heart...


Tidak terasa sudah 8 tahun motor ini ditangan. Masalah kecepatan dan akselerasinya masih tetap seperti yang dulu. Untuk urusan motor 4 tak yang penting kita kasih dia makan oli mesin yang bagus, pasti mesinnya bakal bandel. Minimal kelas oli api SJ, jangan dibawahnya. Tapi namanya supra bermesin 100 cc pastilah akselerasi dan top speednya masih terbatas, sebab SupraFit adalah motor keluaran AHM yang terakhir memakai mesin generasi Astrea Prima dan Star didunia persilatan eh.. perbengkelan sering dikenal dengan  mesin c-series. Berikut deretan motor Honda bermesin C-series Astrea Star, Astrea Prima, Astrea Grand, Astrea Grand Impressa, Supra, Supra XX, Legenda, SupraFit, New SupraFit.

Tapi sekencang-kencangnya SupraFit, tetap juga kalah akselerasi dengan motor yang lebih muda macam Jupiter, axello, smash dll. Tapi sejauh ini kalau di perjalanan jauh motorku ini masih bisa diandalkan untuk melawan motor sekelas, malah kadang-kadang bisa diadu dengan supra 125 atau Jupe MX, tapi aku yakin itu gara-gara mereka mengalah saja sama motor generasi tua ini..he...he...

Pagi pukul 05.30 aku mulai tancap gas dari rumah menempuh jarak 84 km. Karena suka ngantuk dan nggak konsen kalau jalan pelan sering aku pacu motor sampai top speed. Lumayanlah masih bisa menjangkau 105 Km/jam. Dengan kecepatan segitu biasanya sampai kantor cukup butuh waktu antara 50 - 65 menit.  Sepanjang perjalanan begitu lepas perkotaan Palangkaraya langsung puntir selongsong gas sampai penuh. Ketika pulangnya pun demikian. Masalahnya kemudian adalah di konsumsi bensin. Sehari dengan kondisi mengendara demikian, aku harus merogoh koceh sebanyak Rp.35.000,00. Bisa dibayangkan kalau harus ngecer bensin di tepi jalan. Maka beberapa saat terakhir aku mengakalinya dengan menambah cadangan BBM di jerigen....  sampai-sampai teman kantor ada yang meneriaki aku .. pelangsir BBM.. ha..ha..ha...

Lama kelamaan  terasa juga di dompet.... Kalau semua wajah pahlawan sudah pergi dari dompet,,, mulai dari wajah proklamator  alias garuda merah kita kemudian wajah gusti ngurah rai alias garuda biru kabur.... wah alamat nggak bisa ngantor... doku habis nggak bisa beli bensin akhirnya memutar akal supaya anggaran bisa bertahan sampai datang bulan baru. Maka akupun menempuh strateginya VR46 mbah Rossi.

Kawan tentu ingat setelah gagal total dengan Desmosedici-nya Ducati kemudian kembali rujuk dengan Yamaha tidak serta merta Rossi meraih podium. Tahun kemarin pun Rossi harus rela dipencundangi Pedrosa, Lorenzo dan terakhir Marc Marquez.... maka ketika jeda libur tahun kemarin Rossi banyak berlatih balap dirt track untuk merubah gaya balap. Hasilnya bisa kita lihat tahun ini. beberapa rangkaian podium hingga kemarin di posisi tiga saat balapan di  Brno, dibelakang Pedrosa dan Lorenzo. Memang belum pernah podium pertama, tapi itu aku pikir sudah luar biasa, kami berdua kan saling memahami karena umur kami sama wkwkwkwkwk... Aku penikmat MotoGP sejak masih bernama GP500, jaman Kevin Swantz dengan Suzuki Lucky Strikenya...hingga jaman Mc Doohan, Sete Geberneau sampai jaman si baby alien sekarang.

Belajar dari Rossi, untuk berhemat maka akupun kemudian merubah Riding Style. Berbagai cara aku tempuh, dengan merubah berbagai posisi duduk, atau memanfaatkan Slip Stream saat disalip oleh mobil. Semuanya aku catat di tabel Durasi waktu dan konsumsi BBM. Dan hasilnya adalah... aku bisa mencapai konsumsi BBM terendah dengan cost Rp. 21.200,00 per hari saja, dengan lama perjalanan 1 jam 10 menit sampai 1 jam 20 menit,  tanpa modifikasi mesin tanpa merubah apa pun kecuali merubah riding style.  Kawan bisa mencoba tips berikut dengan catatan  perjalanan yang ditempuh adalah perjalanan luar kota dengan kondisi jalan lengang tidak terlalu ramai. Tips ini mungkin tidak maksimal bahkan tidak berlaku untuk jalur padat perkotaan, salah-salah bisa bayar satu gerobak bakso plus mangkok dan gerobaknya. ha...ha..ha..

Berikut Tips Safe Fuel Riding Style untuk perjalanan luar kota:
  1. Pastikan motor dalam kondisi sehat. Karburator bersih dan pengapian berfungsi baik, artinya tidak "mbrebet" Kalau tidak, apapun gaya anda dari gaya dada, gaya kupu-kupu, sampai gaya ikan terbang pun nggak bisa membantu anda untuk berhemat bahan bakar. Demikian pula dengan kondisi alat pengereman dan ban.
  2. Pastikan anda pun dalam kondisi sehat tidak mengkonsumsi obat apalagi mengkonsumsi obat terlarang, seperti obat nyamuk, obat panu, dsb.
  3. Mulai perjalanan dengan doa.
  4. Mulai perjalanan anda dengan membuka gas secukupnya. Selama perjalanan hindari membuka grip gas sampai penuh, buka secukupnya sesuaikan dengan gigi persneling.
  5. Selama perjalanan buka gas dengan langsam mengambang. Istilah saya langsam mengambang ini adalah seperti buka gas saat kita menguntit dibelakang kendaraan yanng akan kita dahului. jadi di buka juga nggak terlalu terbuka, tapi juga nggak ditutup, tidak sampai terasa engine break.
  6. Hindari terlalu sering menutup gas. Sebab engine break dan bukaannya kembali akan menambah konsumsi BBM, kecuali memang dalam kondisi yang tidak bisa dihindari, seperti kendaraan depan akan berhenti dsb. Nah disini sulitnya. Kita harus menyesuaikan gaya berkendara, sekaligus harus lebih waspada agar aman. Aku sendiri sering kelabakan dalam beberapa situasi, misalnya kondisi jalan agak ramai dekat kawasan sekolah misalnya, atau dalam kondisi hendak menyalip kendaraan depan, maka disitu letak kedewasaan teknik berkendara kita. bagaimana bisa menyalip kendaraan depan tanpa banyak menutup gas, dan menyalipnya tanpa banyak menambah bukaan gas.
  7. Manfaatkan Slip Stream. Teknik Slip Stream dalam dunia balap di perkenalkan oleh raja dunia persilatan MotoGP, Valentino Rossi. Memanfaatkan power kendaraan yang didepan untuk meningkatkan power dan kecepatan, istilah gampangnya mencuri angin. Prakteknya kita harus sering melihat spion, kalau ada mobil yang hendak mendahului kita, kita sudah siap dengan segera menguntitnya sesaat setelah dia menyalip. Efeknya kita akan merasa disedot, power motor sontak meningkat.. maka untuk mempraktekkannya harus hati-hati dan melihat situasi di depan kita. Tapi sejauh pengalaman saya jangan memanfaatkan slip stream dari truk, sebab barangkali karena faktor aerodinamikanya desain truk, sering malah terasa dibanting-banting. lagi pula kalau jalan luar kota truk kan gunanya untuk kita salip, kalau kita sering disalip truk artinya jalan kita kurang laju.... kalau begitu, kapan sampai rumahnya bro....?
Demikian sedikit Safe Fuel Riding Style dari saya. Semoga bermanfaat.

(iogy baskara/ mantan manager TripleF motoshop dan bekas penunggu bengkel Zam-zam motor)...